Banyak orang pergi ke Surabaya untuk berwisata religi ke Masjid Sunan Ampel. Masjid tua ini dibangun pada tahun 1421, berukuran 120 x 180 meter dan berlokasi di Kampung Arab Surabaya. Pendiri masjid adalah Sunan Ampel, seorang tokoh 'Wali Songo' (bahasa Jawa yang artinya sembilan wali), penyebar agama Islam di pulau Jawa.
Menara masjid.
Ini menara Masjid Sunan Ampel. Dari sini muazzin melantunkan azan, memanggil umat Islam untuk bersembahyang.
Suasana ruang sholat pria.
Di dekat masjid ada komplek makam. Sunan Ampel dan pengikutnya dimakamkan di sana. Tidak jauh dari mesjid, ada sebuah pasar. Gapura pasar ini unik dan sudah berdiri sejak tahun 1921.
Gapura pasar tahun 1921. (Sumber foto: wikipedia)
Gapura pasar sekarang (2015).
Di pasar ini banyak orang menjual baju muslim, peralatan sembahyang, wangi-wangian dan korma. Ramai dan menarik sekali pasar ini.
Suasana di dalam pasar.
Berjalan menuju ke masjid harus melewati gang sempit yang ramai. Lihatlah foto di bawah ini, banyak sekali orang yang berkunjung ke Masjid Ampel, ya! Mereka datang dari berbagai daerah di Jawa, bahkan dari luar Jawa. Jauh juga perjalanan mereka. Ada yang naik bis antar kota, kereta api atau mobil sewaan. Orang-orang ini datang untuk bersembahyang di Masjid, berdoa untuk Sunan Ampel dan juga untuk diri mereka dan keluarga.
Gang kecil menuju ke Masjid Sunan Ampel.
Di kiri-kanan gang ini, ada banyak orang menjual makanan dan minuman. Ibu di foto ini sedang memasak roti maryam. Bentuk dan rasanya seperti roti prata dari India. Teman makan roti ini adalah kari daging. Sedap sekali!
Penjual roti maryam.
Ibu-ibu penjual makanan tradisional Jawa.
Tentu saja banyak juga penjual makanan tradisional Jawa, seperti gudeg, rawon, sate dan minuman juga. Di mana kita makan jajanan ini? Ya, benar. Di pinggir jalan, sambil berdiri!
Penjual makanan kecil dan korma.
Jika kita sudah sampai di Masjid Ampel, jangan lupa membeli buah korma sebagai oleh-oleh. Ternyata, membeli korma dan roti maryam adalah ciri khas berwisata ke Masjid Sunan Ampel.
Lingkungan sekitar yang asri.
Kampung Arab, lokasi tempat Masjid Ampel, adalah lingkungan tua. Banyak gang kecil dan asri di sana. Banyak juga rumah tua dengan arsitektur kuno dan menarik. Kita bisa berjalan-jalan di sana. Penduduknya ramah. Mereka akan membantu kita menunjukkan arah jika kita tersesat.
Rumah penduduk dengan arsitektur menarik.
Nah, sekarang kita tahu satu lagi tempat tujuan wisata menarik di Surabaya. Ayo...kita pergi ke sana!
Apakah Anda bertanya-tanya mengapa pada tanggal 2 Oktober kemarin banyak teman Indonesia Anda mengenakan busana batik? Sebabnya adalah karena tanggal 2 Oktober merupakan Hari Batik Nasional di Indonesia.
Asal mula Hari Batik Nasional Asal mula diresmikannya Hari Batik Nasional adalah ketika pada tanggal 2 Oktober tahun 2009, UNESCO menetapkan Batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Sejak itu pada setiap tanggal 2 Oktober, rakyat Indonesia di manapun mereka berada akan berusaha mengenakan baju batik untuk memperingati Hari Batik Nasional.
Pembuatan batik tulis menggunakan
canting (pena) dan malam (lilin)
Hasil karya seni bangsa
Batik sebagai hasil karya seni bangsa Indonesia perlu dijaga kelestariannya.Bagaimana caranya? Salah satunya adalah bangsa Indonesia harus bangga mengenakan busana batik. Saat ini, batik tidak hanya dikenakan pada acara resmi dan ritual saja tapi juga dipakai sebagai busana sehari-hari. Batik juga dipadukan dengan desain modern tas wanita, dompet, skarf, penutup tempat tidur bahkan taplak meja dan banyak lagi ide lainnya.
Screenshot 'motif batik' dari google
Apakah batik itu?
Batik adalah proses penulisan atau penggambaran motif di kain dengan menggunakan teknik malam/ lilin (waxing). Fungsi lilin di sini untuk mencegah pewarna meresap ke kain yang ditutupi/ ditulisi lilin pada proses pencelupan warna. Proses ini jika diulang berkali-kali dengan penulisan atau penggambaran motif dari lilin dan juga penggunaan warna yang berbeda akan menghasilkan motif batik yang bermacam-macam seperti contoh di atas.
Teknik pembuatan batik
Teknik pembuatan batik ada bermacam-macam. Batik tulis adalah batik tradisional dengan motif lilin yang digambar oleh pembatik. Proses pembuatannya makan waktu lama oleh karena itu batik tulis cukup mahal harganya. Batik cap adalah batik yang motifnya dibuat dengan menggunakan cap. Motif ini kemudian ditutup dengan lilin sebelum proses pencelupan warna. Ada juga batik cetak, yaitu batik yang motifnya dicetak mesin. Tentu saja, batik cetak bisa diproduksi dengan cepat dan biasanya harganya paling ekonomis di antara ketiga teknik pembuatan batik ini.
Apapun proses pembuatannya, batik Indonesia makin populer di mata masyarakat Indonesia dan dunia. Adakah toko yang menjual busana batik di tempat Anda?